Selasa, 28 Desember 2010

Bukan Cerita Cinta yang Seperti Kau Kira


Bukan Cerita Cinta yang Seperti Kau Kira

Kamu tau aku kan? Yah kalo ga tau juga ga maksa untuk tau kok. Pokoknya denger aku dulu aja, karena nanti kamu juga akan tau. Jadi sekarang akau mau cerita. Jangan mikir aku aneh karena cerita sama orang yang ga tau aku. Walau sebenarnya aku ga mau, tapi kamu ada hubungannya jadi, plis dengerin.

Ada seorang cowo yang pernah bilang bahwa dia ga akan nyakitin perasaan cewe, dan cewe itu aku. Namun, pada kenyataannya yang dia sakitin justru cewe itu. Bukan secara fisik kok, tenang saja. Tapi batin cewe itu yang tersakiti. So, dia ga henti-hentinya bertanya dan berpikir kenapa kenyataan begitu menyakitkan.

Dia, sang cewe itu memberanikan diri untuk bertanya pada sang cowo apakah dia merasa menyakiti cewe itu? Namun, apa balasannya, cowo itu menghindar dan mengalihkan perhatian. Semudah itu. Cewe itu pada akhirnya berpikir sia-sia saja dia terus menerus memikirkan hal itu, dan memilih untuk terus saja maju. Tapi, dia tidak menyerah. Dia terus berusaha memberitahu cowo itu perasaannya. Bukan perasaannya yang tersakiti tapi keinginannya untuk kembali.

Oh iya, penyebab sang cewe itu tersakiti adalah karena sang cowo secara sepihak memutuskan hubungan mereka dan dengan alsan yang egois. Dan secara jelas membuktikan dia mempermainkan perasaan sang cewe. Ribet ya? Lanjut! Pokoknya sang cewe itu pengen hubungan mereka balik, hingga pada akhirnya terbukti hubungan mereka emang udah ga bisa dipertahanin lagi.

Tapi ada hal yang menghalangi itu, terlalu banyak larangan hingga bahkan untuk bernafas pun tidak memungkinkan lagi. Berlebihan? Memang. Yah semua larangan itu. Tapi cinta menembus semua halangan. Dengan cinta dan keyakinan diri sang cewe terus berusaha. Dia terus berharap sang cowo itu mengerti.

Hingga suatu ketika cewe itu menangis. Air matanya mengalir membasahi pipinya yang memerah. Setiap tetes itu menggambarkan seluruh pengorbanan yang telah dia lakukan. Segala pengorbanan itu sia-sia. Tak berhasil. Karena pada kenyataannya sang cowo sudah terlalu jauh. Dan dia berpaling pada cewe yang bahkan ga pernah sekalipun memikirkan tentang dirinya, yang ga pernah selalu berusaha membahagiakan dirinya.

Perasaan sang cewe akhirnya mati. Tenggelam dalam ego yang sangat pekat dan dalam. Menekan dan mencekik. Perasaan itu mati tragis.

Dan bagaimana akhir kisahnya?

Sang cowo yang pada akhirnya menyadari pengorbanan sang cewe kembali padanya. Namun, bersamaan dengan itu sang cewe yang sudah kehilangan perasaannya itu telah menghapus segala ingatannya tentang sang cowo. Lihat penyesalan yang datang terlambat, bukan? Sang cowo tersungkur, menangis. Menyesali keterlambatannya.

Tapi bukan itu akhir kisahnya.

Seperti yang kukatakan sebelumnya cinta menembus segala halangan. Walaupun perasaan sang cewe sudah mati tapi cinta yang walau hanya tinggal seserpih itu menghidupkan perasaan sang cewe. Bersamanya sang cewe mendekat pada sang cowo itu, diangkat wajahnya dan dihapuslah seluruh air matanya itu dengan lembut. Sang cewe tersenyum bersamaan dengan bulir-bulir air mata suci yang tergenang di kelopak matanya.

Mulut sang cewe terbuka dan mengatakan sesuatu pada sang cowo. Kata-kata yang membuat sang cowo tertegun. “Aku mencintaimu tapi selamat tinggal” Sang cewe pergi dan hanya meninggalkan kata-kata itu.

Itulah akhir kisahnya. Lantas apa hubungannya denganmu? Haha.. Lucu sekali kau sama sekali tidak menyadarinya ya? Kau adalah sang cowo itu. Bingung? Biarlah. Ini bukan cerita cinta yang seperti kau kira


~Fin~


wah.. wah.. ceritanya ini mau curhat tapi malah bikin cerita gaje kaya gini -_-" yasudahlah, jadi terima kasih kalo masih dibaca juga. maaf aneh

1 komentar: